Kamis, 11 April 2013

Kumpulan Puisi Siswa SDIT Salsabila

Kumpulan puisi siswa dan siswa SDIT Salsabila Bekasi hasil pembalajaran Bahasa Indonesia dengan Kompetensi Dasar, "Menulis Puisi Berdasarkan Gagasan Pokok".
Puisi Karya Khansa Luthfiyah.D kelas 5B
PELANGI PAGI
Pelangi pagi
Kau sangat indah di mata kami
Menawan hati bagai melati
Yang indah menari-nari ditemani sang mentari

Tujuh warna yang dipadukan menjadi satu jiwa
Yang paras rupanya bagai sang telaga
Yang berpadu serasi di matanya
Itulah indah ciptaan-Nya

Setelah sebuah badai menimpa langit kita
Kau datang untuk meredakannya
Sebuah kemarahan langit untuk keberapa kalinya
Kau selalu menghiasi jalan bagi kehidupan kita semua

Puisi karya Hudzaifah kelas 5A
PERBEDAAN KOTA DAN DESA

Lihatlah kawan
Perbedaan di desa dan di kota

Di desa bila hendak subuh
Berkokok membangunkan orang untuk salat Subuh
Di kota bila hendak Subuh
Banyak orang yang masih tertidur

Di kota asap mengepul
Di desa udara segar
Di desa pohon tumbuh rindang
Di kota gedung menjulang tinggi

Di kota cadangan air sudah menipis
Di desa cadangan air melimpah
Sadarlah manusia
Akan kepentingan alam

Sabtu, 29 Desember 2012

GURU DI MATA GURU

Pada saat kapankah guru mendapat kesenangan ? Pada saat akhir tahun pelajarankah ? Pada saat menerima honorkah ? atau apa ? Barangkali kalau saya ditanya, saya akan menjawab: saya akan senang,puas dan bangga jika siswa saya sukses dalam  Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sementara inti dari KBM itu sendiri adalah terjadinya perubahan positif pada pengetahuannya, kepribadiannya, pertemanannya dan terakhir yang paling penting adalah akidah dan akhlaknya.

Dari sisi lain, kesenangan saya bertambah sangat dengan diakuinya pekerjaan guru sebagai sebuah profesi oleh Pemerintah yang patut diperhitungkan. Konsekuensi dari itu, sudah selayaknya profesi guru bukanlah profesi buangan dalam arti daripada tidak ada pekerjaan, lebih baik jadi guru saja. Kenyataan ini menjadi sebuah fenomena sebagaimana yang dikatakan oleh Nana Sudjana secara makna bahwa pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain.

Buat rekan-rekanku yang pada tahun ajaran ini berpindah tugas di tempat lain, saya ucapkan selamat semoga antum dapat mengajar dengan baik dalam suasana dan lingkungan sekolah yang baru. Dimanapun kita bertugas, tetaplah harus menjunjung tinggi rasa profesionalitas kita sebagai guru.

MENGOPTIMALKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA

Istilah pembelajaran (instruction) itu menunjukkan pada usaha siswa mempelajari bahan pelajaran sebagai akibat perlakuan guru. Disini jelas, proses pembelajaran yang dilakukan siswa tidak mungkin terjadi tanpa perlakuan guru. 


Yang membedakannya hanya terletak pada peranannya saja. Ada tiga prinsip penting yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran. Pertama, proses pembelajaran adalah membentuk kreasi lingkungan yang dapat membentuk atau merubah struktur kognitif siswa. 

Tujuan pengaturan lingkungan ini dimaksudkan untuk menyediakan pengalaman belajar yang memberi latihan-latihan penggunaan fakta-fakta. Kedua, berhubungan dengan tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajari. 

Ada tiga tipe pengetahuan yang masing-masing memerlukan situasi yang berbeda dalam mempelajarinya. Pengetahuan tersebut adalah pengetahuan fisis, sosial dan logika. 

Pengetahuan fisis adalah pengetahuan akan sifat-sifat fisis dari suatu objek atau kejadian seperti bentuk, besar, berat, serta bagaimana objek itu berinteraksi satu dengan yang lainnya. 

Pengetahuan fisis diperoleh melalui pengalaman indra secara langsung. Misalkan anak memegang kain sutra yang terasa halus, atau memegang logam yang bersifat keras dan lain sebagainya. 

Pengetahuan sosial berhubungan dengan perilaku individu dalam suatu sistem sosial atau hubungan antara manusia yang dapat mempengaruhi interaksi sosial. Contoh pengetahuan tentang aturan, hukum, moral, nilai, bahasa dan lain sebagainya. 

Pengetahuan tentang hal di atas, muncul dalam budaya tertentu sehingga dapat berbeda antara kelompok yang satu dengan yang lain. Pengetahuan sosial tidak dapat dibentuk dari suatu tindakan seseorang terhadap suatu objek, tetapi dibentuk dari interaksi seseorang dengan orang lain. 

Pengetahuan logika berhubungan dengan berpikir matematis, yaitu pengetahuan yang dibentuk berdasarkan pengalaman dengan suatu objek dan kejadian tertentu. Pengetahuan ini didapatkan dari abstraksi berdasarkan koordinasi relasi atau penggunaan objek. 

Pengetahuan logis hanya akan berkembang manakala anak berhubungan dan bertindak dengan suatu objek, walaupun objek yang dipelajarinya tidak memberikan informasi atau tidak menciptakan pengetahuan matematis. 

Pengetahuan ini diciptakan dan dibentuk oleh pikiran individu itu sendiri, sedangkan objek yang dipelajarinya hanya bertindak sebagai media saja. 

Ketiga, dalam proses pembelajaran harus melibatkan peran lingkungan sosial. Anak akan lebih baik mempelajari pengetahuan logika dan sosial dari temannya sendiri. Melalui pergaulan dan hubungan sosial, anak akan belajar lebih efektif dibandingkan dengan belajar yang menjauhkan dari hubungan sosial. 

Oleh karena, melalui hubungan sosial itulah anak berinteraksi dan berkomunikasi, berbagi pengalaman dan lain sebagainya, yang memungkinkan mereka berkembang secara wajar.

Selama menjalani proses kehidupannya, dari mulai lahir sampai dengan akhir hayatnya manusia tidak akan terlepas dari persoalan atau masalah. Selama kehidupannya manusia memiliki tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut manusia akan dihadapkan pada berbagai rintangan. 

Manakala ia berhasil mencapai rintangan itu, selanjutnya ia akan dihadapkan pada tujuan baru yang semakin berat, manakala ia berhasil mengatasi rintangan itu, maka segera akan muncul tujuan yang lain, demikianlah kehidupan manusia. 

Dengan demikian, maka proses pembelajaran harus diarahkan agar siswa mampu mengatasi setiap tantangan dan rintangan dalam kehidupan yang cepat berubah, melalui sejumlah kompetensi yang harus dimiliki, yang meliputi, kompetensi akademik, kompetensi okupasional, kompetensi kultural dan kompetensi temporal. 

Itulah sebabnya, makna belajar bukan hanya mendorong anak agar mampu menguasai sejumlah materi pelajaran akan tetapi bagaimana agar anak itu memiliki sejumlah kompetensi untuk mampu menghadapi rintangan yang muncul sesuai dengan perubahan pola kehidupan masyarakat.

Ditulis oleh H.Supyanto,M.Pd
Kepala SDN Duren Jaya II Bekasi Timur

Selasa, 10 Juli 2012

PENGERTIAN PENGUKURAN


             Sebelum berbicara lebih jauh mengenai pengertian pengukuran, terlebih dahulu perlu dipahami bahwa dalam praktek sering kali terjadi kerancuan atau tumpang tindih (overlap) penggunaan isltilah “evaluasi”, “penilaian”, dan ”pengukuran”. Kejadian ini dapat difahami karena antara ketiga istilah tersebut ada saling keterkaitan. Uraian berikut ini dapat membantu dalam memperjelas perbedaan serta hubungan antara evaluasi, penilaian, dan pengukuran.
            Evaluasi yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Evaluation adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan, sampai sejauh mana tujuan atau program telah tercapai (Gronlund, 1985).
            Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Wrightstione, dkk (1956) yang mengemukakan bahwa evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
            Evaluasi dapat juga diartikan sebagai proses menilai sesuatu berdasarkan kriteria atau tujuan yang telah ditetapkan, yang selanjutnya diikuti dengan pengambilan keputusan atas objek yang dievaluasi. Sebagai contoh evaluasi proyek, kriterianya adalah tujuan dari pembangunan proyek tersebut, apakah tercapai atau tidak., apakah sesuai dengan rencana atau tidak, jika tidak mengapa terjadi demikian, dan langkah-langkah apa yang perlu ditempuh selanjutnya. Hasil dari kegiatan evaluasi adalah bersifat kualitatif.
            Anas Sudijono (1996) mengemukakan bahwa evaluasi pada dasarnya merupakan penafsiran atau interpretasi yang bersumber pada data kuantitatif, sedang data kuantitatif merupakan hasil dari pengukuran. Berbeda dengan evaluasi, penilaian yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Assessment berarti menilai sesuatu. Menilai itu sendiri berarti mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mengacu pada ukuran tertentu, seperti menilai baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh, tinggi atau rendah, dan sebagainya.
            Dari pengertian ini maka antara penilaian dengan evaluasi hampir sama, bedanya dalam evaluasi berakhir dengan pengambilan keputusan sedangkan penilaian hanya sebatas memberikan nilai saja. Penilaian merupakan suatu tindakan atau proses menentukan nilai sesuatu obyek. Penilaian adalah suatu keputusan tentang nilai. Penilaian dapat dilakukan berdasarkan hasil pengukuran atau dapat pula dipengaruhi oleh hasil pengukuran.
            Pengukuran yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah measurement adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dalam arti memberi angka terhadap sesuatu yang disebut obyek pengukuran atau obyek ukur. Mengukur pada hakekatnya adalah pemasangan atau korespondensi 1-1 antara angka yang diberikan dengan fakta yang diberi angka atau diukur.
            Secara konseptual angka-angka hasil pengukuran pada dasarnya adalah kontinum yang bergerak dari suatu kutub ke kutub lain yang berlawanan, misalnya dari rendah ke tinggi yang diberi angka dari 0 sampai 100, dari negatif ke positif yang juga diberi angka dari 0 sampai 100, dari otoriter ke demokratik yang juga diberi angka dari 0 sampai 100, dari dependen ke independent yang juga diberi angka dari 0 sampai 100, dan sebagainya. Rentangan angka yang diberikan tidak selalu harus dari 0 sampai 100 tetapi dapat pula menggunakan rentangan lain misalnya dari 10 sampai 50, dari 20 sampai 100, atau dari 30 sampai 150, dan sebagainya, yang penting ukuran dari fakta-fakta yang hendak diukur dari suatu obyek ukur harus merupakan rentangan kontinum yang bergerak dari suatu kutub ke kutub lain yang berlawanan.
            Kalau evaluasi dan penilaian bersifat kualitatif, maka pengukuran selalu bersifat kuantitatif. Alat yang dipergunakan dalam pengukuran dapat berupa alat yang baku secara internasional, seperti meteran, timbangan, stopwatch, termometer, dan lain-lain, dan dapat pula berupa alat yang dibuat dan dikembangkan sendiri dengan mengikuti proses pengembangan atau pembakuan instrumen.
            Menurut Cangelosi (1991) pengukuran adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris. Pengertian yang lebih luas mengenai pengukuran dikemukakan oleh Wiersma dan Jurs (1990) bahwa pengukuran adalah penilaian numerik terhadap fakta-fakta dari obyek yang hendak diukur menurut kriteria atau satuan-satuan tertentu.
            Pengukuran dapat diartikan sebagai proses memasangkan fakta-fakta sesuatu, obyek dengan satuan-satuan ukuran tertentu, sedangkan penilaian adalah suatu proses membandingkan sesuatu obyek atau gejala dengan mempergunakan patokan-patokan tertentu seperti baik tidak baik, memadai tidak memadai, memenuhi syarat tidak memenuhi syarat, dan sebagainya.
            Berdasarkan beberapa pengertian evaluasi, penilaian dan pengukuran yang dikemukakan di atas jelas bahwa evaluasi, penilaian, dan pengukuran merupakan tiga konsep yang berbeda. Namun demikian dalam praktek, terutama dalam dunia pendidikan, ketiga konsep tersebut sering dipraktekan dalam suatu rangkaian kegiatan. Sebagai contoh pelaksanaan evaluasi di sekolah di dalamya terintegrasi kegiatan pengukuran dan penilaian.
Tabel berikut dapat lebih memperjelas perbedaan pengukuran, penilaian, dan evaluasi.
Tabel 1. Hasil Ujian Mata Kulia Tes dan Pengukuran
Peserta
Skor
Nilai
Keputusan
Pata Bundu
85
B (plus)
Lulus amat baik
Sunandar
87
A (min)
Lulus paling baik
Arifin Ahmad
75
B
Lulus baik
Pudji Muljono
90
A
Lulus sangat baik
Ramly
80
B
Lulus baik
Sidin Ali
86
B (plus)
Lulus baik
Rusgianto
75
B
Lulus baik
Tukas Imaroh
80
B
Lulus baik
Emi Sola
87
A (min)
Lulus paling baik

Keterangan :
  1. Skor merupakan hasil kegiatan pengukuran
  2. Kategori A, A-, B+, dan B adalah hasil kegiatan penilaian
  3. Klasifikasi lulus Lulus baik, Lulus amat baik, dan Lulus sangat baik adalah merupakan hasil evaluasi. 
sumber : Pengukuran dalam Bidang Pendidikan oleh Prof. Djaali, dkk, UNJ

Selasa, 08 November 2011

Bahasa Inggris Untuk Guru SD I

PRESENT PERFECT AND PRESENT PERFECT CONTINUOUS

NAMA MATA KULIAH : BAHASA INGGRIS UNTUK GURU SD
KODE MATA KULIAH : PDGK 4304


Selamat berjumpa para mahasiswa peserta tutorial Bahasa Inggris Untuk Guru SD (PDGK 4304). Dalam inisiasi ini, Anda akan mempelajari tata bahasa dengan topik present perfect and present perfect continuous. Setelah mempelajari inisiasi  ini, Anda diharapkan dapat menggunakan ungkapan-ungkapan dalam bahasa Inggris untuk menyatakan bahwa suatu aktifitas itu:
1. sudah dilakukan.
2. belum dilakukan.
3. sudah dilakukan dan masih dilakukan pada saat ini.

1. Present Perfect Tense

Present perfect digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan atau aktifitas yang sudah atau belum pernah dilakukan. Apabila kita menggunakan keterangan waktu seperti: last week, yesterday, atau two weeks ago, maka kalimat itu diungkapkan dalam bentuk past tense. Misalnya: I saw the film on TV last week. Atau I went to bed early last night.
Waktu yang pasti, yang menyatakan kapan aktifitas atau kegiatan itu dilakukan, tidak terlalu penting bagi kita. Anda pelajari contoh-contoh yang menyatakan bahwa aktifitas tersebut sudah dilakukan:

a. I have done my homework.
b. Marina has moved into her new house.
c. I have visited Bali.
d. Linda has lived in Jakarta since she was eight years old.
e. They have taught in SD Sukasari II since 1999.
f. He has leaned English for five years.

Apabila Anda perhatikan, kata kerja yang digunakan dalam bentuk present perfect tense adalah has/have + past participle (bentuk kata kerja ke tiga). Anda dapat mempelajari bentuk-bentuk kata kerja pada modul Anda. Pada contoh kalimat a s/d c, kita tidak melihat keterangan waktu yang diberikan. Yang jelas bahwa kalimat nomor satu menginformasikan bahwa: Saya sudah mengerjakan PR. Kalimat nomor dua menyatakan: Marina sudah pindah ke rumah barunya. Kalimat nomor tiga mejelaskan bahwa: Saya sudah mengunjungi Bali. Pada contoh kalimat d s/d f, terdapat keterangan waktu yaitu since dan for. Since digunakan untuk waktu yang tertentu, misalnya: since 1999, since 2000, atau since she was eight years old. For digunakan untuk menyatakan lamanya, misalnya: for five years (selama lima tahun), for two days (selama dua hari).

Berikut ini adalah contoh-contoh kalimat yang menyatakan bahwa aktifitas itu belum dilakukan atau belum pernah dilakukan. Anda pelajari contoh-contoh berikut ini.

a. I have never been to Belitung.
b. She has not done her homework.
c. They haven’t finished their studies at the university.
d. I have never seen snow.

Kata kerja yang digunakan adalah has/have + not atau never + past participle (kata kerja bentuk ke tiga). Never maksudnya adalah belum pernah. I have never been to Belitung mempunyai pengertian: Saya belum pernah ke Belitung, sedangkan She has not done her homework berarti Saya belum mengerjakan PR.

2. Present Perfect Continuous Tense.

Present Perfect Continuous Tense digunakan untuk menyatakan lamanya suatu pekerjaan dilakukan. Pekerjaan atau aktifitas yang diungkapkan dalam bentuk present perfect progressive/continuous dimulai pada waktu yang lampau dan masih berlangsung pada saat sekarang. Tanda waktu yang digunakan dalam bentuk present perfect continuous adalah since, for, all day, all morning, atau all week. Anda pelajari contoh-contoh kalimat berikut ini.

a. I have been waiting for you for two hours.
b. She has been working on her project since seven o’clock.
c. It has been raining all day. It is still raining now.
d. The children have been playing in the field since 6 o’clock in the morning.
e. We have been studying English for five years. We are still studying now.

Kata kerja yang digunakan untuk menyatakan bentuk present perfect continuous tense adalah has/have + been + kata kerja bentuk –ing.

Glosarium Bahasa Inggris I

immediate family = keluarga dekat
atomic family = keluarga inti/keluarga kecil
extended family = keluarga besar
mother = ibu
father = bapak
sister = kakak atau adik perempuan
brother = kakak atau adik perempuan
daughter = anak perempuan
son = anak laki-laki
grandmother = nenek
grand father = kakek
aunt = bibi
uncle = paman
niece = kemenakan perempuan
nephew = kemenakan laki-laki
cousin = sepupu
mother-in-law = ibu mertua
father-in-law = bapak mertua
sister-in-law = kakak ipar perempuan
brother-in-law = kakak ipar laki-laki
great grandparents = buyut
to rent = menyewa
colleague = koleha
probably = mungkin
grade = kelas
the Wilsons = keluarga Wilson
straight, and blond = lurus dan pirang.
brown eyes = mata coklat
a long nose = hidung mancung
friendly = ramah
big bosom = dadanya besar
a distended abdomen = perunya buncit
has short, blond,
and curly hair = rambutnya pendek, pirang, dan keriting.
sunglasses = kacamata hitam
when she goes out = ketika bepergian
during the day time = pada siang hari
in the summer = pada waktu musim panas
a casual cloth = pakaian santai
fat = gemuk
her weigh = beratnya
her height = tingginya
a wristwatch = jam tangan
left hand = tangan kiri
Her hair is long
and black = rambutnya panjang dan hitam
her hair is braded = rambutnya dikepang
Her smile is very
sweet = senyumnya manis sekali
Custom officer = pegawai bandara
I haven’t found my
travel bag = saya belum menemukan tas pakaian saya
baggage check = tanda pendaftaran bagasi
sure = tentu
it is classic polo with
the trolley on it = nama tasnya classic polo yang ada trolinya
It is made of = terbuat dari
the outer shape is hard= permukaannya keras
How big is it? = berapa besar tasnya?
It’s about 30 by 60 cm= ukurannya kira-kira 30 X 60 cm
it is rectangular
in shape = bentuknya empat persegi panjang
a good quality bag = kualitas tasnya bagus
What does it contain?
casual and formal
clothes = pakaian santai dan resmi
my underwear = pakaian dalam
It is in fashion now = sedang ngetren
trapezoidal in shape = trapezium (segi empat tidak beraturan)
daily make up = kosmetik sehari-hari
the ingredients = bahan-bahan
Na. (natrium)
benzoate = salah satu bahan pengawet
white butter = mentega putih
desert = makanan pencuci mulut
metal and wood = logam dan kayu
plant pruned = tanaman yang dipangkas
rectangular = berbentuk empat persegi panjang
square = berbentuk segi empat beraturan
oval = oval
circular = berbentuk lingkaran
semicircular = berbentuk setengah lingkaran
curved = berbentuk kurva
cylindrical = berbentuk selinder
spherical = berbentuk bola bumi
conical = berbentuk kerucut
cubical = berbentuk kubus
trapezoidal = berbentuk trapesium
gymnasium = gimnasium