Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 September 2021

PJJ Menjadi Seru & Menyenangkan

 Halo Pembaca yang Budiman
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Akhir-akhir ini,sering kita mendengar istilah online atau dalam jaringan (daring) dalam setiap kegiatan. Ya, semenjak pandemi Covid-19, aktivitas sehari-hari setiap orang dibatasi demi untuk mencegah tersebarnya pandem ini. Termasuk juga kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. 

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bagaimana agar PBM ini tetap berlangsung di tengah pandemi yang melanda dunia. Ya, pembelajaran berbasis online yang dikenal dengan istilah Pembelajaran Jarak Jauh, Belajar dari Rumah, dan belajar daring menjadi pilihan demi tetap berlangsungnya pendidikan  di Indonesia.

Bagaimana sih agar PJJ kita menyenangkan? Nah, pada tulisan ini, saya susun beberapa lembaga yang melakukan kegiatan  PJJ dengan berbagai metode yang menarik. Apa sajakah itu? Silakan unduh slide di bawah ini!

PJJ Menjadi Seru & Menyenangkan

Selamat menikmati hidangan anda di rumah masing-masing.

Selasa, 11 Agustus 2020

Pembelajaran Tematik Tema 1 Subtema 3

Pembaca yang budiman.
Apa kabar semuanya? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala. 
Kesempatan kali ini, saya akan membagi video pembelajaran untuk Adik-adik kelas 6 SD. Materinya tentang Tematik Tema 1 Subtema 3.
Selamat menyaksikan.

Selasa, 02 Juli 2019

MENGGUNAKAN WAKTU LIBUR UNTUK MEMPERPANJANG SIM

Alhamdulillah.
Para pembaca yang budiman.

Di kelas, saya selalu menekankan kepada anak didik saya untuk senantiasa patuh terhadap rambu lalu lintas. Dari mulai memperkenalkan tentang arti tanda lampu merah, kuning, atau lampu hijau, hak dan kewajiban di jalan raya hingga bagaimana berperilaku yang baik di jalan raya. 

Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah satu cara kewajiban sebagai warga negara yang memiliki kendaraan bermotor baik roda dua atau lebih. Namun jika SIM kita akan habis masa berlakunya, maka biasanya kita akan mempersiapkan diri untuk memperpanjang SIM tersebut.

Alhamdulillah saya pada saat ini sedang libur mengajar (karena memang  sedang musim liburan anak sekolah juga) hehehe..... Jadi bisa keluar tanpa khawatir meninggalkan kelas. Karena SIM C saya akan habis, maka saya berencana memperpanjang SIM saya. Saya coba mencari info tentang SIM keliling. Alhamdulillah, di daerah saya di Jatiasih ada pelayanan SIM keliling setiap hari Selasa. Saya siapkan syarat-syaratnya yaitu potokopi KTP 3 lembar dan SIM yang lama berangkatlan saya ke Jl. Wibawa Mukti II Komsen Jatiasih.

Sesampai di sana, saya menemukan informasi yang ditempel di depan pintu masuk kantor polsek Jatiasih yang membuat saya agak kecewa. Kenapa...? Karena disitu tertulis "Tidak Ada Pelayanan SIM keliling"

Bagi warga yang ber E-KTP di Bekasi, silakan datang ke kantor Polres Kota Bekasi pada pukul 18.00 sampai 05.00 pagi. Tentunya hal ini menyusahkan saya yang belum tentu punya waktu luang lagi. Tapi, qaddarallah, mungkin lain hari saya masih punya kesempatan untuk memperpanjang SIM C saya karena masih ada jangka waktu empat bulan lagi.


Senin, 23 Desember 2013

STRATEGI PENGAMATAN TAYANGAN VIDEO PEMBELAJARAN

Materi ini saya dapatkan dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru di Unpak Oktober 2013.

STRATEGI
1. Pengamat mengambil posisi atau tempat strategis di dalam kelas sehingga dapat mengamati pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video dengan baik.
2. Pengamat diberikan RPP yang digunakan oleh guru dalam tayangan video sebagai bahan acuan pengamatan.
3. Pengamat memberikan deskripsi pada setiap item pengelolaan yang tersedia pada tabel pengamatan sesuai dengan kegiatan yang diamati dalam tanyangan video.
4. Isikan kesimpulan hasil pengamatan video pembelajaran yang sudah diamati dalam tabel yang sudah disediakan.
5. Bila pengamat menemukan hal-hal penting lain terkait pengelolaan pembelajaran dengan model pembelajaran berdasarkan masalah ini, tetapi tidak terakomodasi pada tabel, dapat menuliskannya pada tempat yang tersedia di bawah tabel.

KEGIATAN AWAL

Apersepsi dan Motivasi
1. Apa yang dilakukan guru untuk menggali pengetahuan awal atau memotivasi siswa?
2. Bagaimana respon siswa? Apakah siswa bertanya tentang sesuatu masalah terkait dengan apa yang disajikan guru pada kegiatan awal?

Materi Ajar
1. Apakah guru memberikan penjelasan umum tentang materi ajar atau prosedur kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa?
2. Bagaimana keterkaitan antara pembelajaran dengan realita kehidupan, lingkungan, dan pengetahuan lainnya?

Pengelolaan Sumber Belajar/Media dan Pendekatan yang Digunakan
1. Apakah guru terampil dan mampu dalam memanfaatkan media pembelajaran?
2. Bagaimana interaksi siswa dengan sumber belajar/media?
3. Apakah siswa dapat mengikuti alur kegiatan belajar?

Pendekatan SCIENTIFIC
1. Bagaimana cara guru memberikan arahan yang mendorong siswa untuk mengamati, bertanya, berpikir, dan beraktivitas secara analitik?
2. Apakah siswa aktif melakukan kegiatan fisik dan mental (berpikir)?

Refleksi
1. Bagaimana cara guru memberikan refleksi (mereview, merangkum, atau menyimpulkan)?
2. Apakah guru memberikan tugas/pekerjaan rumah?

Evaluasi
Bagaimana cara guru melakukan evaluasi pembelajaran (sikap, pengetahuan, dan keterampilan)?

Komentar Pengamat
1. Keterlaksanaan skenario pembelajaran
2. Pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh pengamat.
3. Kesimpulan hasil tayangan video.
4. Dst.


Sabtu, 29 Desember 2012

MENGOPTIMALKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA

Istilah pembelajaran (instruction) itu menunjukkan pada usaha siswa mempelajari bahan pelajaran sebagai akibat perlakuan guru. Disini jelas, proses pembelajaran yang dilakukan siswa tidak mungkin terjadi tanpa perlakuan guru. 


Yang membedakannya hanya terletak pada peranannya saja. Ada tiga prinsip penting yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran. Pertama, proses pembelajaran adalah membentuk kreasi lingkungan yang dapat membentuk atau merubah struktur kognitif siswa. 

Tujuan pengaturan lingkungan ini dimaksudkan untuk menyediakan pengalaman belajar yang memberi latihan-latihan penggunaan fakta-fakta. Kedua, berhubungan dengan tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajari. 

Ada tiga tipe pengetahuan yang masing-masing memerlukan situasi yang berbeda dalam mempelajarinya. Pengetahuan tersebut adalah pengetahuan fisis, sosial dan logika. 

Pengetahuan fisis adalah pengetahuan akan sifat-sifat fisis dari suatu objek atau kejadian seperti bentuk, besar, berat, serta bagaimana objek itu berinteraksi satu dengan yang lainnya. 

Pengetahuan fisis diperoleh melalui pengalaman indra secara langsung. Misalkan anak memegang kain sutra yang terasa halus, atau memegang logam yang bersifat keras dan lain sebagainya. 

Pengetahuan sosial berhubungan dengan perilaku individu dalam suatu sistem sosial atau hubungan antara manusia yang dapat mempengaruhi interaksi sosial. Contoh pengetahuan tentang aturan, hukum, moral, nilai, bahasa dan lain sebagainya. 

Pengetahuan tentang hal di atas, muncul dalam budaya tertentu sehingga dapat berbeda antara kelompok yang satu dengan yang lain. Pengetahuan sosial tidak dapat dibentuk dari suatu tindakan seseorang terhadap suatu objek, tetapi dibentuk dari interaksi seseorang dengan orang lain. 

Pengetahuan logika berhubungan dengan berpikir matematis, yaitu pengetahuan yang dibentuk berdasarkan pengalaman dengan suatu objek dan kejadian tertentu. Pengetahuan ini didapatkan dari abstraksi berdasarkan koordinasi relasi atau penggunaan objek. 

Pengetahuan logis hanya akan berkembang manakala anak berhubungan dan bertindak dengan suatu objek, walaupun objek yang dipelajarinya tidak memberikan informasi atau tidak menciptakan pengetahuan matematis. 

Pengetahuan ini diciptakan dan dibentuk oleh pikiran individu itu sendiri, sedangkan objek yang dipelajarinya hanya bertindak sebagai media saja. 

Ketiga, dalam proses pembelajaran harus melibatkan peran lingkungan sosial. Anak akan lebih baik mempelajari pengetahuan logika dan sosial dari temannya sendiri. Melalui pergaulan dan hubungan sosial, anak akan belajar lebih efektif dibandingkan dengan belajar yang menjauhkan dari hubungan sosial. 

Oleh karena, melalui hubungan sosial itulah anak berinteraksi dan berkomunikasi, berbagi pengalaman dan lain sebagainya, yang memungkinkan mereka berkembang secara wajar.

Selama menjalani proses kehidupannya, dari mulai lahir sampai dengan akhir hayatnya manusia tidak akan terlepas dari persoalan atau masalah. Selama kehidupannya manusia memiliki tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut manusia akan dihadapkan pada berbagai rintangan. 

Manakala ia berhasil mencapai rintangan itu, selanjutnya ia akan dihadapkan pada tujuan baru yang semakin berat, manakala ia berhasil mengatasi rintangan itu, maka segera akan muncul tujuan yang lain, demikianlah kehidupan manusia. 

Dengan demikian, maka proses pembelajaran harus diarahkan agar siswa mampu mengatasi setiap tantangan dan rintangan dalam kehidupan yang cepat berubah, melalui sejumlah kompetensi yang harus dimiliki, yang meliputi, kompetensi akademik, kompetensi okupasional, kompetensi kultural dan kompetensi temporal. 

Itulah sebabnya, makna belajar bukan hanya mendorong anak agar mampu menguasai sejumlah materi pelajaran akan tetapi bagaimana agar anak itu memiliki sejumlah kompetensi untuk mampu menghadapi rintangan yang muncul sesuai dengan perubahan pola kehidupan masyarakat.

Ditulis oleh H.Supyanto,M.Pd
Kepala SDN Duren Jaya II Bekasi Timur

Selasa, 25 Oktober 2011

Pembelajaran Akidah Kelas 5 Sekolah Dasar

Pelaksanaan Pembelajaran
Materi : Akidah
Kelas : 5
Pokok Bahasan : Surga & Neraka
Indikator :
1. Siswa dapat menjelaskan tentang sifat-sifat surga dengan benar
2. Siswa dapat menjelaskan tentang sifat-sifat penghuni surga
3. Siswa dapat menjelaskan tentang sifat-sifat neraka dengan benar
4. Siswa dapat menjelaskan tentang sifat-sifat penghuni neraka dengan benar
Metoda Pembelajaran : Tanya Jawab dan Diskusi Kelempok Kecil
Materi Pembelajaran
SURGA
Surga adalah tempat yang penuh kenikmatan dan keselamatan. Surga merupakan balasan dari Allah Ta'ala untuk orang-orang bertakwa. Di surga terdapat sebuah pohon besar dimana seorang yang naik kendaraan dengan kencang masih berada di bawah naungannya meskipun sudah mengadakan perjalanan selama 100 tahun. Di surga terdapat lautan susu, madu,dan arak.
Para penguhuni surga Para penguhuni surga diberi perhiasan dari emas dan mutiara dan pakain mereka dari sutra.
NERAKA
Neraka adalah tempat yang penuh dengan azab dan kesengsaraan. Api neraka berkekuatan 69 kali api di dunia. Bahan bakar neraka adalah manusia dan batu. Jika sebuah batu dijatuhkan diatas neraka, maka akan sampai ke dasarnya setelah 70 tahun. Para penghuni neraka diberi makanan berupa zaqqum dan pohon berduri. Sedangkan minumnya adalah nanah dan air mendidih.Pakain mereka terbuat dari qathiran yaitu tembaga yang dilebur dan tikar mereka dari api.
Kegiatan Awal
a. Guru memberi apersepsi dengan bertanya kepada siswa tentang balasan dari Allah Ta'ala akan orang yang beramal soleh dan orang yang bermaksiat.
b. Guru menyebutkan tujuan pembelajaran pada hari ini
Kegiatan Inti
a. Siswa diminta membentuk 4 kelompok kecil. Satu kelompok terdiri dari 5 siswa.
b. Guru membagikan LKS sebagai media untuk menulis hasil diskusi yang akan berlangsung selama 20 menit.
c. Guru memberi petunjuk tentang materi yang akan didiskusikan yaitu tentang sifat-sifat surga dna neraka beserta penghuninya.
d. Selama diskusi, guru mengobservasi jalannya diskusi dengan menilai kaaktifan, kekompakan, dan keberhasilan hasil diskusi.
e. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya secara bergantian.
Kegiatan Akhir
a. Guru dan siswa menyimpulkan hasil diakusi kelompok pada hari ini.
b. Guru memberi tidak lanjut berupa tugas di rumah mencari artikel di internet tentang surga dan neraka.